Berita  

Wabup Ciamis Buka Kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Bidang Cukai

CIAMIS, IDKEPOIN – Wakil Bupati Ciamis Yana D. Putra membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Bidang Cukai di Aula Adipati Angganaya Bappeda Ciamis, Jawa Barat, Kamis 28 Juli 2022.

Tujuan dari kegiatan ini, yakni guna memberikan pemahaman perundang-undangan tentang cukai, beserta diharapkan dapat memahami tentang cukai beserta masyarakat mampu menekan seminimal mungkin kerugian negara akibat pelanggaran-pelanggaran pada bidang cukai.

Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dan virtual, di ikuti oleh unsur masyarakat, pengusaha jasa pengiriman, pedagang eceran, distributor dan unsur pemerintahan terkait.

Dalam sambutannya, Yana mengucapkan selamat datang kepada Narasumber dari Kantor Pengawas Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Tasikmalaya.

Baca Juga :  Desa dan Kelurahan Se-Kabupaten Bogor Deklarasikan Bersih Narkoba, Ini Tujuannya

Selain itu, orang nomor dua di Kabupaten Ciamis itu menjelaskan bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau menjadi salah satu pendapatan pemerintah Kabupaten Ciamis.

“Sesuai Peraturan Menteri Keuanganyakni, peruntukannya 50% untuk Bidang Kesejahteraan Masyarakat, 40% untuk Bidang Kesehatan dan 10% untuk Bidang Penegakkan Hukum,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa rokok hampir menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

“Survey Global Penggunaan tembakau pada usia dewasa oleh Kementerian Kesehatan menunjukan bahwa dalam kurun waktu 2011-2021 terjadi peningkatan perokok sebanyak 8,8 Juta Orang,” ungkapnya.

Yana mengatakan, bahwa rokok berdampak pada sosial ekonomi di masyarakat, dimana rokok menjadi pengeluaran belanja terbesar kedua pada kategori masyarakat menengah kebawah.

Baca Juga :  Jalan Sehat di eks Kewadanaan Kawali Diikuti 20 Ribu Masyarakat¬†

“Bahkan rokok menjadi pengeluaran belanja lebih tinggi daripada makanan bergizi,” bebernya.

“Pencapaian tersebut sejalan dengan meningkatnya produksi rokok didalam negeri, namun tidak di imbangi dengan kenaikan pendapatan dari cukai,” tambahnya.

Membahas hal tersebut, Yana mengungkapkan bahwa peredaran rokok ilegal masih ditemukan ditengah masyarakat.

“Seharusnya masyarakat sadar dan mengetahui bahwa rokok dengan cukai Legal dipastikan aman, dan sebaliknya bahwa rokok yang tidak berlabel cukai belum jelas keamanannya,” jelasnya.

Untuk meluruskan hal tersebut, kata Yana, masyarakat harus terus diberikan edukasi.

“Juga harus diterapkan paradigma tersebut dan disampaikan dalam sosialisasi ini,” tukasnya. (Zii)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.